Postingan

Back to Heaven's Light from Rectoverso

Back to Heaven's Light taken from Rectoverso Ruangan ini masih kurang terang. Pasti ada seseorang yang bermain-main dengan lampunya. “Bisa lebih terang sedikit? Ini terlalu gelap,” aku memanggil seorang lelaki berseragam. Beberapa orang dengan seragam yang sama tengah sibuk mendekor di sana-sini, mengatur bunga dan kursi berlapis kain satin. Aku memandang ke sekeliling. Tiba-tiba saja, tempat ini terasa lebih seperti tempat upacara pernikahan. Bukan seperti itu yang aku inginkan. Lelaki itu mengecek tombol lampu, lalu mengedikkan bahu. “Ini sudah maksimum. Tidak bisa lebih terang lagi, kecuali Anda mau menyewa lampu ekstra. “Baiklah. Tidak usah.” Aku melihat sekeliling lagi. Apakah ruangan ini memang sangat remang-remang ataukah interior benakku yang sudah menggelap? Semua warna tampak tumpul, cerahnya mereka entah bagaimana sudah berkurang. Aku mengamati tiap gerakan yang ada di tempat ini. Orang-orang yang bekerja, keluarga yang berduka, tamu-tamu yang pertam...

lagi lagi grow a older day

Entah sudah ribuan detik ke berapa aku mematung disini berkawankan lampu pijar 15 watt yang mulai tak  kuat menerangi penglihatanku yang semakin menyempit semu. Berkali-kali aku menunggu ketukan pintu atau sekedar ponsel yang berdering. Rutinitasku kembali, menunggu, menunggu seseorang pulang ke rumahnya, atau ke rumahku untuk hanya sekedar mengabari ia akan menginap di rumah temannya karena hari yang terlampau larut. Rutinitas ini, sempat membuatku bosan harus menunggu terus menerus. Rutinitas ini sering membuatku menangis manakala kedua hal yang kuharapkan dibalas dengan seuntai kalimat “maaf aku bosan, bisakah kita berhenti saling mengabari selama 2 minggu?”. Aku menangis hebat aku menangis dan seisi dunia tahu aku menangis. Sampai sekelebat kemudian, seseorang memerhatikanku dari jauh, dimatanya Nampak rasa iba, rasa senasib sepenanggungan. Entah bagaimana awalnya, perlahan dia memberikan telinganya untuk mendengarkan semua tangis, amarah, kesah serta harapanku. Dia tak ba...

Grow a day older

“Seharusnya kita lakukan saja semalam.” Lelaki itu meneleponku lagi hanya untuk mengatakan hal itu. Tadi dia sudah menelepon, bilang bahwa dia sedang keluar untuk makan siang. Aku tidak bisa menahan senyumku. “Kenapa?” “Nggak sepadan dengan rasa sakit dan kaku ini. Ampun, tanganku sakit banget.” Kami berdua tertawa dan menutup telepon setelah saling mengucapkan kata-kata manis, seperti “jaga diri” atau “santai saja, sayang” atau “semoga harimu baik”. Ini bukan gayaku, tapi tanpa disadari dia sudah mengajariku hal ini hanya dengan menjadi dirinya sendiri—pemuda yang memang sopan dan penuh pertimbangan. Perilakunya yang bak pangeran menawan telah menulariku. Masih ada sisi pahit yang kami bagi dari waktu ke waktu, dan itulah yang paling kusukai dari hubungan kami. Bagiku, potongan cokelat terbaik haruslah manis dan pahit, tidak sepenuhnya manis, dan jelas tidak sepenuhnya pahit, karena kalau begitu jadi tidak seru. Kami ini seperti  dark chocolate  yang bisa di...

kisah hidup kakashi hatake

Gambar
Kakashi Hatake  ( はたけカカシ   Hatake Kakashi ? ) adalah salah satu tokoh fiktif dalam  manga  dan  anime   Naruto . Diceritakan, Kakashi adalah guru dari  Naruto ,  Sasuke , dan  Sakura . Dia juga dikenal sebagai "Kakashi si ninja peniru", dan konon jumlah jurus yang sudah ia tiru mencapai seribu jurus. Nama Kakashi berarti orang-orangan sawah. Kakashi dicirikan dengan mata yang sayu, rambut yang berwarna putih, mata kirinya ditutupi pelindung kepala Konoha, dan selalu membawa buku  novel  dewasa "Icha-Icha Paradise" yang merupakan karya  Jiraiya . Menurut Sakura, Kakashi ini selalu memasang wajah tidak bersemangat sehingga ia terlihat tidak memiliki wibawa. Tapi anehnya ada seorang pengawas ujian chuunin yang menyukainya, ialah Anko Mitarashi. Hal unik yang dimiliki Kakashi adalah mulut dan hidungnya yang tidak pernah diperlihatkan. Kelakuannya yang paling menjengkelkan bagi Naruto  dan kawan-kawannya ialah ...